Arwana Citramulia (ARNA) Ancang-Ancang Bidik Kelas Menengah ke Atas

JAKARTA. Emiten keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) akan memproduksi keramik berukuran 60×60 berjenis homogeneous tile yang masuk ke segmen high end. Rencana ini juga dilakukan untuk menghadapi gempuran keramik dari China.

“Setiap tahunnya angka impor keramik dari China besar. Adapun hal ini bisa sebagai peluang untuk menyediakan produk high end yang sejenis agar bisa bersaing (head to head) keramik dari China,” jelas Direktur Arwana Citramulia, Edy Suyanto kepada Kontan.co.id, Rabu (11/3).

Edy mengungkapkan rencana ini datang dari permintaan konsumen ARNA yang siap menadah produksi homoegenous tile keluaran Arwana. Di sisi lain, Edy tidak memungkiri bahwa pasar homogeneous tile sangat besar dan sudah teredukasi dengan baik.

Edy mengungkapkan kebutuhan akan produk ini sekitar 100 juta keramik per tahun. Ditambah, Edy melihat ekspansi ARNA ke segmen menengah ke atas ini dilakukan pada waktu yang tepat. Pasalnya, pemerintah Indonesia berjanji  menurunkan harga gas pada April 2020 mendatang.

Edy menyatakan adanya kebijakan tersebut akan meningkatkan produktivitas manufaktur sehingga produk ARNA akan lebih kompetitif untuk bersaing dengan keramik dari China.

Alhasil di tahun ini ARNA memberanikan diri untuk fokus ke keramik menengah ke atas (high end).

Dalam mengembangkan produk high end ini, ARNA membuka semacam sayembara ke supplier keramik di dunia untuk memberikan konsep produk yang terbaik dengan harga bahan baku yang ekonomis. Nantinya, konsep yang terpilih akan digunakan ARNA untuk proyek pengembangan keramik high end.

Jika sayembara telah rampung, pada tahun pertama, ARNA akan memproduksi 3 juta keramik per tahun.

Edy memperhitungkan, 3 juta keramik ini jika dibandingkan dengan kebutuhan 100 juta keramik tiap tahun, market share ARNA di segmen ini masih kecil. “Artinya, peluang ARNA untuk memperbesar segmen high end-nya masih luas,” kata Edy.

Source: https://industri.kontan.co.id/news/arwana-citramulia-arna-ancang-ancang-bidik-kelas-menengah-ke-atas