Hingga kuartal III-2019, realisasi penjualan CAKK sudah capai 74,32% dari target

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk (CAKK) masih menunjukan kinerja penjualan yang prima. Menilik laporan keuangan perseroan di kuartal III 2019, PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 222,96 miliar sepanjang Januari – September 2019. 

Apabila dihitung-hitung, angka ini mengalami kenaikan sekitar 17,40% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 189,91%. Menurut Diirektur PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk, Juli Berliana, capaian ini masih sesuai dengan ekspektasi perusahaan.

“Penjualan kami hingga kuartal III masih cukup baik ya, ada pertumbuhan sekitar 17% lebih,” ujar Juli kepada Kontan.co.id  ketika ditemui usah Rapat Umum Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (02/12).

Berdasarkan catatan Kontan.co.id (23/04), emiten yang memliki kode saham CAKK ini memasang target penjualan sebesar Rp 300 miliar tahun ini. Dengan demikian, realisasi penjualan di kuartal III sudah mencapai sekitar 74,32% dari target penjualan tahun ini di kuartal III 2019.

Sayangnya,  naiknya pendapatan juga diiringi oleh kenaikan pada pos-pos beban biaya yang ada. Pada sisi beban pokok pendapatan misalnya, beban pokok pendapatan perseroan tercatat mengalami kenaikan sekitar 25,18% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 202,95 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, beban pokok pendapatan perseroan tercatat hanya sebesar Rp 162,13 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.

Pun pada beban umum dan administrasi, beban ini tercatat mengalami kenaikan sekitar 54,61% dari yang semula sebesar Rp 8,19 miliar di kuartal III 2018 menjadi Rp 12,67 miliar di kuartal III 2019.

Alhasil, penurunan dari sisi laba sudah dapat terlihat pada sisi laba kotor. Mengacu kepada laporan keuangan perusahaan di kuartal III 2019, CAKK membukukan laba kotor sebesar Rp 20,01 miliar di kuartal III 2019. 

Sebelumnya, perusahaan membukukan laba kotor sebesar Rp 27,78 miliar di kuartal III 2018. Artinya, terjadi penurunan laba kotor sekitar 27,79% secara yoy.

Sementara itu, laba periode berjalan tercatat mengalami penurunan sekitar 60,88% secara yoy dari yang semula sebesar Rp 15,64 miliar di kuartal III tahun 2018 menjadi Rp 6,11 miliar pada kuartal III tahun ini.

Sebagai informasi, CAKK mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 30 miliar pada tahun ini. Sejauh ini, perusahaan sudah menyerap sekitar 83,33% capex untuk keperluan revitalisasi permesinan pabrik yang berlokasi di Karawang. “(capex) sudah terpakai sekitar Rp 25 M (miliar),” kata Juli kepada Kontan.co.id (02/12).

Untuk proyeksi ke depan, Juli mengaku belum bisa membeberkan target penjualan danlaba bersih yang ingin dikejar maupun anggaran capex yang akan digelontorkan di tahun 2020.  

Meski demikian, Ia memastikan bahwa pihaknya akan menjalankan agenda ekspansi berupa penambahan kapasitas produksi menjadi 13,5 juta meter persegi per tahun di kuartal II tahun depan. Menurut keterangan Juli, perusahaan akan mengalokasikan dana sekitar Rp 110 miliar untuk membiayai rencana tersebut.

Sejauh ini, kapasitas produksi perusahaan adalah sebesar 9,18 juta meter persegi per tahun. Adapun kegiatan produksi dilakukan dengan mengandalkan pabrik perusahaan yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Menurut keternagan Juli, sejauh ini perusahaan belum memliliki agenda ekspansi lain di luar penambahan kapasitas produksi untuk tahun 2020 mendatang.

“Sementara ini belum ada (rencana ekspansi lain) sih, baru penamabahan kapasitas produksi saja,” tutur Juli kepada Kontan.co.id (02/12).

Source: https://industri.kontan.co.id/news/hingga-kuartal-iii-2019-realisasi-penjualan-cakk-sudah-capai-7432-dari-target?page=all