Cara Menghitung Kebutuhan Keramik agar Pas & Tidak Boros

Keramika Indonesia
投稿日 13 hours ago5分で読めます
Agar keramik tidak berlebihan atau kurang saat pemasangan, Anda perlu tahu cara menghitung kebutuhan keramik dengan tepat. Simak rumus dan tipsnya di sini!
Cara Menghitung Kebutuhan Keramik agar Pas & Tidak Boros

Salah satu kekhawatiran terbesar saat memasang keramik adalah jumlah material yang dibeli ternyata tidak sesuai kebutuhan. Sebab, keramik yang kurang bisa menghambat proses pemasangan, sementara membeli terlalu banyak justru membuat pengeluaran menjadi lebih boros.

Padahal, cara menghitung kebutuhan keramik sebenarnya bukan hal yang terlalu rumit jika Anda mengetahui rumus dan langkah yang tepat. Dengan mengetahui rumusnya, Anda jadi bisa memperkirakan jumlah keramik yang dibutuhkan sesuai luas ruangan.

Yuk, pelajari cara menghitung kebutuhan keramik sebelum mulai renovasi atau pembangunan rumah melalui artikel berikut ini. 

Cara Menghitung Kebutuhan Keramik

Sebelum membeli keramik, Anda harus tahu bagaimana cara menghitung kebutuhan keramik agar jumlah material yang dibeli lebih akurat. 

Berikut ini adalah langkah-langkah menghitung kebutuhan keramik di proyek bangunan Anda:

1. Hitung Luas Area yang Akan Dipasang Keramik

Cara menghitung kebutuhan keramik yang pertama adalah mengetahui dulu luas area lantai atau dinding yang akan dipasangi keramik.

Rumus dasarnya yaitu: Luas Area = Panjang x Lebar

Sebagai contoh, jika ruangan memiliki panjang 4 meter dan lebar 3 meter, maka:

4 m x 3 m = 12 m²

Artinya, luas area yang akan dipasangi keramik adalah 12 meter persegi. Jika Anda ingin menghitung kebutuhan keramik dinding, gunakan rumus:

Luas Dinding = Panjang Dinding x Tinggi Dinding

Kemudian kurangi luas pintu maupun jendela agar hasil perhitungan lebih akurat.

2. Ketahui Ukuran Keramik yang Digunakan

Setelah mengetahui luas ruangan, langkah berikutnya adalah menghitung luas satu keping keramik. Misalnya Anda menggunakan keramik ukuran 60 x 60 cm, maka konversikan terlebih dahulu ke meter:

0,6 m x 0,6 m = 0,36 m²

Artinya, satu keping keramik memiliki luas sebesar 0,36 meter persegi.

Baca juga: 10 Desain Dapur Outdoor Minimalis & Estetik, Yuk Terapkan!

3. Hitung Jumlah Keramik yang Dibutuhkan

Selanjutnya, bagi luas ruangan dengan luas satu keping keramik. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Jumlah Keramik = Luas Area ÷ Luas Satu Keramik

Contoh: 12 m² ÷ 0,36 m² = 33,3.

Karena tidak mungkin membeli pecahan keramik, maka hasil tersebut dibulatkan menjadi 34 keping keramik.

4. Tambahkan Cadangan Keramik

Banyak orang lupa menambahkan cadangan saat membeli keramik. Padahal, proses pemasangan biasanya membutuhkan pemotongan yang berisiko menyebabkan keramik pecah atau rusak.

Umumnya, cadangan yang disarankan yaitu:

5–10% untuk pola pemasangan lurus

  • 10–15% untuk pola diagonal atau banyak sudut potongan

Jika kebutuhan awal Anda adalah 34 keping, maka:

34 x 10% = 3,4

Jadi, total keramik yang sebaiknya dibeli adalah sekitar 37–38 keping.

5. Hitung Berdasarkan Isi per Dus

Beberapa jenis keramik biasanya dijual dalam satuan dus dengan jumlah keping tertentu. Karena itu, Anda juga perlu menghitung kebutuhan berdasarkan isi dus. Sebagai contoh:

  • Total kebutuhan: 38 keping

  • Isi 1 dus: 8 keping

Maka:

38 ÷ 8 = 4,75 dus

Hasil tersebut dapat dibulatkan menjadi 5 dus keramik agar kebutuhan tetap aman selama proses pemasangan.

Baca juga: 10 Warna Keramik Lantai yang Bagus & Estetik, Cocok untuk Hunian!

Contoh Perhitungan Keramik Berdasarkan Ukurannya

Supaya lebih mudah memahami cara menghitung kebutuhan keramik, berikut beberapa contoh simulasi perhitungan berdasarkan ukuran ruangan dan jenis keramik yang digunakan.

Pada contoh ini, jumlah pembelian juga sudah ditambah dengan cadangan sekitar 10% untuk mengantisipasi keramik pecah, salah potong, maupun kebutuhan tambahan saat pemasangan.

1. Keramik Kamar Tidur Ukuran 3 x 4 Meter

Untuk ruangan seperti kamar tidur, banyak orang biasanya memilih keramik ukuran sedang agar tampilan lantai terlihat lebih seimbang dan nyaman dipandang.

Detail Perhitungan:

  • Ukuran ruangan: 3 m x 4 m

  • Total luas lantai: 12 m²

  • Ukuran keramik: 40 x 40 cm

  • Isi per dus: 6 keping

  • Luas cakupan per dus: 0,96 m²

Langkah pertama, hitung jumlah dus utama:

12 m² ÷ 0,96 m² = 12,5 dus.

Karena masih perlu tambahan cadangan sekitar 10%, maka:

12,5 dus + 10% = 13,75 dus.

Hasil akhirnya dibulatkan menjadi: 14 dus keramik

Dengan jumlah tersebut, kebutuhan pemasangan biasanya akan lebih aman dan minim risiko kekurangan material di tengah proses pengerjaan.

2. Keramik Ruang Utama Ukuran 6 x 6 Meter

Untuk area yang lebih luas seperti ruang keluarga atau ruang utama, penggunaan keramik berukuran besar umumnya lebih disarankan karena dapat membuat tampilan lantai terlihat lebih rapi dan sambungan nat tidak terlalu banyak.

Detail Perhitungan:

  • Ukuran ruangan: 6 m x 6 m

  • Total luas lantai: 36 m²

  • Ukuran keramik: 60 x 60 cm

  • Isi per dus: 4 keping

  • Luas cakupan per dus: 1,44 m²

Selanjutnya, hitung kebutuhan dasar keramik:

36 m² ÷ 1,44 m² = 25 dus.

Tambahkan cadangan sekitar 10%:

25 dus + 10% = 27,5 dus.

Karena pembelian keramik dilakukan dalam satuan utuh, maka hasilnya dibulatkan menjadi 28 dus keramik.

Dengan menghitung kebutuhan keramik secara detail seperti ini, Anda bisa memperkirakan anggaran material dengan lebih tepat sekaligus mengurangi risiko pemborosan saat renovasi maupun pembangunan rumah.

Mau Beli Keramik Berkualitas? Kunjungi KERAMIKA Indonesia!

Setelah memahami cara menghitung kebutuhan keramik dengan tepat, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah memilih produk keramik berkualitas sesuai kebutuhan dan konsep ruangan yang Anda inginkan.

Nah, untuk membantu Anda menemukan berbagai pilihan keramik sekaligus melihat langsung tren desain terbaru, Anda bisa mengunjungi pameran KERAMIKA Indonesia.

Sebagai salah satu pameran industri keramik terdepan di ASEAN, KERAMIKA Indonesia menghadirkan beragam brand keramik ternama, sanitary ware, tableware, bahan bangunan, hingga teknologi industri terbaru dalam satu tempat.

Tidak hanya itu, pameran ini juga menjadi tempat yang tepat bagi Anda yang sedang mencari inspirasi renovasi maupun pembangunan rumah. 

Mulai dari membandingkan motif, ukuran, warna, hingga tekstur keramik secara langsung, semuanya bisa Anda eksplorasi dengan lebih mudah sesuai kebutuhan hunian.

Diselenggarakan bersama Megabuild Indonesia dan Megaproperty Expo, acara ini juga membuka peluang bagi pengunjung untuk melihat berbagai inovasi terbaru di industri konstruksi dan interior.

Jadi, jika Anda sedang berencana membeli keramik untuk renovasi maupun proyek pembangunan, jangan lupa kunjungi KERAMIKA Indonesia dengan mendaftar gratis di sini

Anda juga bisa menghubungi tim kami kapan pun untuk informasi selengkapnya seputar pameran. Pastikan juga untuk terus mengikuti informasi terbaru seputar pameran ini melalui Instagram resmi kami di @keramikaid.

Baca juga: 10 Ide Ruang Tamu Minimalis Modern untuk Hunian, Yuk Tiru!

この記事をシェア