Ekspor keramik menjadi salah satu strategi yang dapat dipilih oleh pengusaha keramik untuk menjangkau pasar internasional. Terlebih, peluang bisnis di sektor ini masih cukup menjanjikan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan global dan pertumbuhan sektor properti.
Meskipun demikian, ekspor keramik memiliki tantangan yang cukup kompleks sehingga diperlukan persiapan yang matang. Jika Anda ingin mulai mengekspor keramik, pahami seluk-beluknya melalui penjelasan berikut!
Apa Itu Impor dan Ekspor Keramik?
Impor keramik adalah aktivitas membeli atau memasukkan produk keramik dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar atau industri. Aktivitas ini umumnya dilakukan saat produksi lokal belum mencukupi atau saat produk dari luar negeri menawarkan harga dan spesifikasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Pihak yang melakukan impor disebut importir.
Sebaliknya, ekspor keramik adalah aktivitas menjual dan mengirimkan produk keramik dari dalam negeri ke luar negeri. Ekspor biasanya dilakukan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, atau memenuhi permintaan di pasar global. Pihak yang melakukan ekspor disebut eksportir.
Peluang Bisnis Impor & Ekspor Keramik
Faktanya, prospek bisnis impor dan ekspor keramik masih cukup menjanjikan. Sepanjang Januari–Agustus 2025, nilai ekspor industri keramik Indonesia mencapai USD 31 juta atau sekitar Rp517,98 miliar.
Nilai ini salah satunya didukung oleh kapasitas produksi nasional yang besar. Kementerian Perindustrian mencatat bahwa Indonesia memiliki kapasitas produksi sekitar 625 juta meter persegi per tahun, yang menjadikannya salah satu produsen keramik terbesar di dunia.
Salah satu indikator bahwa produk keramik Indonesia mempunyai daya saing tinggi di pasar global adalah ekspor ke Makau.
Berdasarkan data dari Databoks yang mengacu pada Trade Map, nilai ekspor produk keramik Indonesia ke Makau mencapai US$0,52 juta pada 2023. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berkisar pada angka US$456 ribu.
Di sisi lain, aktivitas impor keramik juga meningkat. Hal ini sebenarnya menjadi tantangan bagi pelaku usaha keramik dalam negeri karena peningkatan impor keramik bisa menekan daya saing industri lokal.
Baca juga: 7 Motif Keramik Lantai Terbaru di 2026, Estetik & Mewah!
Tantangan Ekspor Keramik
Berikut ini sejumlah tantangan yang biasa muncul dalam penjualan keramik ke luar negeri:
1. Inovasi Kemasan
Kemasan merupakan salah satu faktor terpenting dalam ekspor keramik karena produk ini memiliki karakteristik berat dan mudah pecah. Oleh karena itu, sistem pengemasan harus mampu mendistribusikan beban secara merata dan melindungi produk dari benturan, kelembapan, serta tekanan selama proses penanganan maupun pengiriman.
Tantangan menjadi lebih besar pada jenis keramik berukuran besar (large-format) dan keramik ultra tipis (ultra-thin). Dengan ukurannya yang besar dan ketebalannya yang berkurang, keramik jenis ini membutuhkan pengemasan yang inovatif, namun tetap efisien dari segi biaya dan memudahkan proses penanganan.
2. Perlindungan dari Risiko Kerusakan
Risiko kerusakan produk harus benar-benar diperhatikan karena dapat berdampak besar pada kerugian material, biaya klaim, dan kepuasan pelanggan.
Tantangan ini membutuhkan pemahaman mendalam mengenai pola kerusakan. Kerusakan keramik selama pengiriman umumnya disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu benturan, stres termal (perubahan suhu mendadak), dan kesalahan penanganan.
Lebih lanjut, eksportir juga perlu memahami mekanisme pengujian dan penggunaan teknologi perlindungan modern untuk meminimalkan risiko kerusakan saat proses pengiriman.
3. Kompleksitas Logistik
Logistik dalam ekspor keramik memang relatif kompleks karena mencakup transportasi, pergudangan, dan regulasi.
Dari sisi transportasi, eksportir perlu mengoptimalkan pengiriman multimoda, berkoordinasi dengan pihak pelabuhan, serta memiliki sistem pemantauan yang bisa memberikan respons cepat.
Dari sisi pergudangan, diperlukan fasilitas penyimpanan dengan kontrol lingkungan yang sesuai hingga inspeksi dan dokumentasi untuk menjaga keterlacakan produk. Adapun dari sisi regulasi, eksportir juga harus mematuhi seluruh standar teknis dan persyaratan bea cukai di negara tujuan.
4. Penetapan Harga yang Kompetitif
Agar tetap kompetitif di pasar global, eksportir keramik perlu menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas produk. Hal ini bisa dilakukan melalui efisiensi proses produksi, penggunaan teknologi otomasi, kerja sama dengan supplier, serta optimalisasi logistik dan pengiriman agar biaya distribusi lebih terkontrol.
Selain efisiensi biaya, eksportir juga dapat meningkatkan daya saing dengan memberikan nilai tambah pada pelanggan, misalnya dengan layanan teknis atau kustomisasi warna keramik dan kemasan. Strategi ini membantu penetapan harga yang kompetitif serta membangun loyalitas pelanggan.
5. Keberlanjutan Lingkungan
Keberlanjutan lingkungan menjadi isu penting yang harus diperhatikan oleh semua pebisnis, termasuk eksportir keramik. Dalam prosesnya, eksportir keramik menghadapi tantangan seperti optimasi transportasi rendah emisi, peningkatan efisiensi energi, serta penggunaan kemasan yang dapat didaur ulang.
Perusahaan juga perlu membuktikan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui sertifikasi lingkungan, pelaporan kinerja lingkungan yang transparan, serta upaya mengurangi jejak karbon.
Baca juga: Kenali Jenis-jenis Keramik Rumah yang Sering Digunakan
Cara Impor & Ekspor Keramik
Di bawah ini adalah panduan lengkap cara impor dan ekspor keramik. Ikuti setiap langkahnya dengan saksama untuk meminimalkan risiko kesalahan dan kerugian!
1. Cara Impor Keramik
Berikut langkah yang perlu dijalankan untuk mengimpor keramik:
Lakukan riset untuk mengetahui kebutuhan pasar di negara tujuan.
Cari supplier tepercaya, dengan mempertimbangkan reputasi, mengamati testimoni, dan melakukan verifikasi. Jika perlu, Anda dapat meminta sampel produk atau mengunjungi pabriknya secara langsung.
Lakukan negosiasi harga untuk mendapatkan nominal terbaik dan kesepakatan yang saling menguntungkan. Pastikan untuk menjalin hubungan baik dengan supplier agar peluang mendapatkan layanan terbaik terbuka lebih lebar.
Siapkan dokumen yang dibutuhkan, mulai dari invoice, packing list, dokumen pengiriman, perizinan impor, bill of lading, sertifikat kualitas, hingga sertifikat negara asal.
Tentukan metode dan syarat pembayaran. Dalam transaksi ekspor impor, metode pembayaran yang biasa digunakan antara lain Letter of Credit (L/C), Telegraphic Transfer (T/T), dan Documents Against Payment (D/P).
Pilih moda transportasi sesuai kebutuhan, bisa melalui jalur darat, laut, udara, atau kombinasi. Pastikan untuk menggunakan jasa dari vendor yang berpengalaman dan tepercaya.
Persiapkan dokumen dan biaya untuk bea masuk.
2. Cara Ekspor Keramik
Adapun untuk mengekspor keramik, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
Pastikan alamat tujuan sudah lengkap, benar, dan mencantumkan kontak aktif. Jika diperlukan, lakukan konfirmasi ulang kepada penerima sebelum menyerahkan produk ke ekspedisi.
Pilih jasa ekspedisi yang tepercaya dan sudah digunakan oleh eksportir keramik lain. Perhatikan kredibilitas jasa, kualitas layanan, standar keamanan untuk barang pecah-belah, kemudahan tracking, serta daya saing tarif.
Kemas produk menggunakan pembungkus berukuran pas, dengan memastikan semua ruang terisi dan memberikan multi-layer protection (perlindungan berlapis). Misalnya, lapisan dalam berupa busa pelindung untuk mencegah goresan, lapisan tengah berupa kardus untuk menyerap benturan, dan lapisan luar berupa material kuat dan tahan lembap.
Untuk keramik yang penggunaannya bersentuhan langsung dengan produk pangan, perhatikan peraturan umum mengenai kebersihan makanan, bahan, serta barang yang bersentuhan dengan makanan.
Setelah pengemasan selesai, tambahkan stiker pecah belah di luar kemasan agar tim ekspedisi bisa lebih berhati-hati dalam menangani produk Anda.
Tingkatkan Omzet & Peluang Bisnis Keramik di Pameran KERAMIKA Indonesia!
Memahami prosedur ekspor keramik memang bisa menjadi langkah awal untuk merambah pasar internasional. Namun, keberhasilan ekspor tak bisa terlepas dari kemampuan business owner dalam membangun jaringan bisnis dan menemukan calon pembeli yang tepat.
Untuk mendukung hal tersebut, ada berbagai saluran pemasaran yang bisa dioptimalkan, salah satunya dengan menjadi exhibitor di pameran KERAMIKA Indonesia.
KERAMIKA Indonesia adalah pameran keramik dan material bangunan terkemuka di ASEAN. Di pameran ini, Anda bisa memamerkan koleksi keramik dari brand Anda sekaligus bertemu dengan ratusan bahkan ribuan prospek bisnis, mulai dari distributor, developer properti, hingga calon importir.
KERAMIKA Indonesia bisa menjadi pintu awal untuk meningkatkan omzet dan peluang ekspor keramik yang lebih menjanjikan. Jadi, jangan ragu untuk mendaftar sebagai exhibitor di pameran KERAMIKA Indonesia terdekat, ya!
Untuk mendapatkan informasi terbaru terkait jadwal pameran, program acara, serta daftar brand keramik yang ada di KERAMIKA Indonesia, silakan hubungi tim kami. Ikuti juga akun Instagram @keramikaid untuk mengetahui pembaruan informasinya, ya!
Baca juga: Jadi Exhibitor Pameran Keramik? Ini 6 Keuntungannya




















