Keramik banyak digunakan pada rumah, gedung, hingga bangunan industri sebagai material pelapis lantai maupun dinding. Beragam jenis keramik memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda, sehingga kualitasnya perlu diperhatikan.
Untuk menjamin keamanan dan mutu produk, pemerintah mewajibkan penerapan SNI keramik pada produk tertentu sebelum diproduksi, diimpor, atau dipasarkan di Indonesia.
Yuk, kenali lebih jauh tentang SNI keramik beserta aturan dan proses sertifikasinya agar tidak salah langkah.
Apa Itu Sertifikasi SNI Keramik?
SNI keramik merupakan sertifikasi yang menunjukkan bahwa produk ubin keramik telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sertifikat ini diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Untuk mendapatkan SNI keramik, setiap produk harus melalui serangkaian pengujian guna memastikan kualitasnya sesuai dengan standar yang berlaku. Beberapa aspek yang dinilai meliputi:
Kekuatan ubin keramik.
Kemampuan menyerap air.
Ketepatan ukuran produk.
Kualitas permukaan dan daya tahannya.
Konsistensi mutu pada setiap produk.
Dengan adanya SNI keramik, produk yang diproduksi maupun dipasarkan di Indonesia memiliki kualitas yang sesuai standar nasional sehingga lebih aman, tahan lama, dan layak digunakan.
Apakah Semua Keramik Wajib Bersertifikat SNI?
Ya, beberapa jenis ubin keramik wajib memiliki SNI sebelum diproduksi, diimpor, atau dipasarkan di Indonesia. Aturan ini bertujuan untuk memastikan setiap produk yang beredar telah memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan.
Kewajiban tersebut berlaku untuk:
Perusahaan yang memproduksi ubin keramik di Indonesia.
Perusahaan yang mengimpor ubin keramik dari luar negeri.
Pemilik merek yang memasarkan ubin keramik dengan nama mereknya sendiri.
Apabila produk belum memiliki SNI keramik, produk tersebut berisiko tidak dapat masuk ke Indonesia, ditarik dari pasar, atau pelaku usaha dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca juga: 12 Cara Pasang Keramik Lantai yang Sudah Diplester, Mudah!
Pentingnya SNI Keramik
Memiliki sertifikasi SNI keramik memberikan berbagai keuntungan bagi produsen, importir, maupun konsumen.
Sertifikasi ini tidak hanya menjadi bukti bahwa produk telah memenuhi standar kualitas, tetapi juga membantu meningkatkan kepercayaan dalam proses penjualan keramik karena produk telah melalui pengujian dan dinilai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Beberapa manfaat sertifikasi SNI yaitu:
Memastikan produk sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.
Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk.
Memenuhi persyaratan untuk mengikuti proyek pemerintah atau pembangunan skala besar.
Membuat produk lebih mampu bersaing di pasaran.
Mengurangi risiko produk ditarik dari peredaran atau terkena sanksi.
Bagi importir, sertifikasi SNI juga membantu proses pemasukan barang dari luar negeri agar berjalan lebih lancar sesuai ketentuan kepabeanan.
Aturan SNI yang Berlaku untuk Ubin Keramik
Agar produk dapat memenuhi ketentuan yang berlaku, terdapat beberapa aturan dalam SNI keramik yang perlu dipahami. Aturan tersebut mencakup standar produk, persyaratan teknis, hingga proses sertifikasi.
1. Standar SNI untuk Ubin Keramik
Ubin keramik di Indonesia harus mengikuti SNI 15-2094-2000 sebagai standar yang berlaku. Standar ini menjadi acuan untuk memastikan setiap produk memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan.
Beberapa hal yang dinilai dalam standar tersebut meliputi ukuran, ketebalan, kemampuan menyerap air, kekuatan keramik, serta ketahanan permukaannya terhadap goresan. Jika memenuhi persyaratan tersebut, kualitas ubin keramik akan lebih terjamin.
2. Persyaratan Teknis SNI Keramik
Untuk memperoleh SNI keramik, setiap produk harus memenuhi sejumlah persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan ubin keramik memiliki kualitas yang baik, tahan lama, dan nyaman digunakan.
Beberapa aspek yang diperiksa meliputi:
Ukuran: Ukuran ubin harus sesuai dengan standar yang ditentukan agar hasil pemasangan lebih rapi.
Ketebalan: Ketebalan produk harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Daya serap air: Kemampuan ubin menyerap air harus berada dalam batas yang diperbolehkan sehingga tidak mudah rusak akibat kelembapan.
Kekuatan tekan: Ubin harus cukup kuat untuk menahan beban sesuai dengan jenis dan kelas produknya.
Ketahanan terhadap goresan: Permukaan ubin tidak mudah tergores sehingga tampilannya tetap terjaga saat digunakan.
Warna dan permukaan: Warna harus merata, sedangkan permukaannya bebas dari retak, noda, atau cacat lainnya.
Baca juga: 10 Model Keramik Teras yang Tidak Licin & Tips Memilihnya
3. Pengelompokan Ubin Berdasarkan Daya Serap Air
Dalam SNI keramik, ubin dikelompokkan berdasarkan jumlah air yang dapat diserap oleh permukaannya. Semakin sedikit air yang terserap, biasanya semakin baik ketahanan ubin terhadap kelembapan.
Pembagian kelas ubin berdasarkan daya serap air yaitu:
Kelas A: Mampu menyerap air maksimal 0,5% dan termasuk kategori ubin dengan kualitas tinggi.
Kelas B: Memiliki daya serap air lebih dari 0,5% hingga 3%.
Kelas C: Menyerap air lebih dari 3%.
Ubin dengan daya serap air yang rendah cenderung lebih tahan terhadap kondisi lembap sehingga lebih sesuai digunakan pada area yang sering terkena air.
4. Tahapan Pengujian SNI Keramik
Sebelum mendapatkan sertifikasi SNI keramik, ubin harus melalui beberapa tahap pengujian di laboratorium resmi. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan produk memiliki kualitas yang sesuai dengan standar.
Beberapa pengujian yang dilakukan meliputi:
Pengecekan ukuran: Mengukur panjang, lebar, dan ketebalan ubin menggunakan alat khusus agar sesuai standar.
Uji daya serap air: Sampel ubin direndam dalam waktu tertentu untuk mengetahui seberapa banyak air yang dapat diserap.
Uji kekuatan: Ubin diuji menggunakan mesin khusus untuk melihat kemampuan dalam menahan tekanan atau beban.
Uji ketahanan gores: Permukaan ubin diperiksa menggunakan alat tertentu untuk memastikan tidak mudah rusak atau tergores.
5. Label SNI pada Produk
Ubin keramik yang sudah memenuhi standar SNI keramik akan mendapatkan sertifikat dan wajib mencantumkan label SNI pada kemasan atau produknya. Label tersebut menjadi tanda bahwa produk telah melalui proses pengujian dan dinyatakan sesuai dengan standar nasional.
Biasanya, label SNI berupa logo bertuliskan “SNI” dengan warna merah putih yang dilengkapi nomor sertifikat sebagai bukti bahwa produk telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Itulah penjelasan mengenai SNI keramik, mulai dari pengertian, manfaat, hingga berbagai aturan yang perlu diperhatikan. Memahami standar ini dapat membantu Anda memastikan produk keramik yang digunakan memiliki kualitas yang sesuai dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Bagi produsen atau pemilik bisnis keramik, memiliki produk berkualitas juga perlu diimbangi dengan strategi pemasaran yang tepat agar semakin dikenal oleh pasar.
Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengikuti pameran industri yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pelanggan dan mitra bisnis.
KERAMIKA Indonesia hadir sebagai salah satu pameran keramik dan material bangunan terbesar di ASEAN yang menjadi tempat bagi berbagai brand untuk memperkenalkan produk serta inovasi terbaru.
Melalui ajang ini, pelaku industri dapat memperluas koneksi bisnis dan mendapatkan peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Tidak hanya menampilkan brand keramik, KERAMIKA Indonesia juga menghadirkan berbagai kategori pendukung industri bangunan, seperti granit, marmer, sanitary ware, material konstruksi, teknologi bangunan, hingga solusi desain interior dan eksterior.
Beragam pilihan tersebut menjadikan pameran ini sebagai tempat yang tepat untuk melihat perkembangan terbaru di industri material bangunan.
Jika Anda adalah produsen keramik yang ingin meningkatkan visibilitas brand dan menjangkau lebih banyak pasar, bergabung sebagai exhibitor di KERAMIKA Indonesia dapat menjadi pilihan yang tepat.
Untuk mengetahui informasi lengkap mengenai jadwal pameran, program acara, serta pendaftaran exhibitor, jangan ragu untuk hubungi kami dan ikuti terus perkembangan informasi terbaru melalui akun Instagram @keramikaid, ya!
Baca juga: Ciri Keramik Lantai Dapur yang Tidak Licin, Warna, & Tips Memilihnya




















