Skip to content

Apa Bedanya Granit dan Keramik? Kenali Sebelum Memilih!

Keramika Indonesia
Diposting 12 hours ago6 menit baca
Tahukah Anda apa bedanya granit dan keramik? Kenali perbedaan bahan, ketahanan, ukuran, motif, harga, perawatan, dan cara pemasangannya di sini!

Memilih lantai untuk hunian memang cukup tricky. Sebab, ada banyak hal yang perlu diperhatikan selain motif dan desainnya. Salah satu elemen yang sering jadi pertimbangan adalah memilih antara granit dan keramik untuk lantai rumah. 

Secara garis besar, granit dan keramik memang sama-sama populer, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, lho. Tahukah Anda apa bedanya granit dan keramik?

Perbedaan granit dan keramik sejatinya bisa dilihat dari bahan, ketahanan, perawatan, hingga harga. Nah, agar tak salah pilih, yuk, simak penjelasan lengkap seputar perbedaannya di bawah ini!

Apa Bedanya Granit dan Keramik?

Granit dan keramik memang sama-sama cocok digunakan sebagai material lantai, tetapi keduanya memiliki beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan. Hal ini membuat banyak orang bertanya apa bedanya granit dan keramik.

Secara umum, perbedaan granit dan keramik dapat ditinjau dari bahan dasar, daya tahan, proses pembuatan, tampilan, harga, hingga cara pemasangannya. Berikut penjelasan masing-masing perbedaannya:

1. Bahan Dasar dan Material

Perbedaan granit dan keramik yang pertama dapat dilihat dari bahan yang digunakan. Granit dibuat dari material yang lebih padat dengan karakteristik yang menyerupai batu alam. Oleh karena itu, granit dikenal kuat dan sering dipilih untuk memberikan kesan lebih premium pada lantai maupun dinding.

Nah, berbeda dengan granit, keramik umumnya dibuat dari campuran tanah liat, pasir, kaolin, dan bahan mineral lainnya. Campuran tersebut kemudian dicetak dan dibakar pada suhu tinggi hingga menjadi keramik dengan bentuk dan ukuran yang lebih presisi.
Granit juga memiliki pori-pori yang lebih sedikit sehingga daya serap airnya rendah. Karakter ini membuatnya cocok digunakan pada area yang sering terkena air atau lembap. 
Namun, karena materialnya lebih padat dan berat, pemasangannya membutuhkan perekat yang sesuai. Keramik cenderung lebih ringan dan proses pemasangannya relatif lebih sederhana, selama mengikuti spesifikasi produknya.

2. Daya Tahan

Dari segi ketahanan, granit umumnya lebih kuat dibandingkan keramik. Permukaannya lebih tahan terhadap goresan dan benturan, serta mampu menahan beban yang cukup berat. 

Hal ini membuat granit cocok untuk area yang sering dilewati atau digunakan, seperti ruang tamu, kamar mandi, dan area komersial.

Keramik juga cukup kuat untuk pemakaian sehari-hari. Namun, beberapa jenis keramik bisa lebih mudah retak jika terkena benturan yang keras. Meski begitu, kualitas keramik saat ini semakin beragam sehingga ada banyak pilihan dengan daya tahan yang baik.

Baca juga: Apa Itu SNI Keramik? Ini Fungsi dan Ketentuan Lengkapnya

3. Cara Pembuatan

Apabila dilihat dari proses pembuatannya, granit dan keramik ternyata juga punya perbedaan. Granit diproses dengan pembakaran pada suhu tinggi, sekitar 1.230°C. Suhu tersebut membuat granit menjadi lebih padat dan kuat.

Lalu, bagaimana dengan keramik? Material ini dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu sekitar 1.000°C. Setelah proses pembakaran selesai, permukaannya biasanya diberi lapisan glaze agar terlihat lebih halus dan mengilap.

4. Ukuran dan Tampilan Ruangan

Ukuran juga menjadi salah satu hal yang membedakan granit dan keramik. Granit biasanya tersedia dalam ukuran yang lebih besar sehingga penggunaan nat lebih sedikit. Hasilnya, lantai terlihat lebih rapi dan ruangan terasa lebih luas.

Sementara itu, keramik punya pilihan ukuran yang lebih beragam, dari yang kecil hingga besar. Anda bisa memilih ukurannya sesuai dengan luas ruangan dan konsep desain yang diinginkan.

5. Motif, Warna, dan Tampilan

Untuk urusan tampilan, granit dan keramik sama-sama punya banyak pilihan. Granit biasanya memiliki pola yang lebih natural karena tampilannya menyerupai batu alam. Coraknya juga tidak selalu sama pada setiap keping sehingga memberikan kesan unik dan mewah.

Sementara keramik menawarkan pilihan yang lebih luas. Anda dapat menemukan berbagai warna, motif keramik, dan tekstur, seperti kayu, semen, atau batu alam. Karena pilihannya beragam, keramik lebih mudah disesuaikan dengan gaya dan konsep ruangan.

6. Cara Pemasangan

Cara pasang keramik dan granit  juga tidak sama. Granit punya bobot yang lebih berat sehingga pemasangannya membutuhkan tenaga, alat, dan bahan perekat yang sesuai. Prosesnya pun biasanya membutuhkan waktu lebih lama agar setiap keping terpasang dengan kuat dan rapi.

Keramik memiliki bobot yang lebih ringan sehingga lebih mudah dipasang. Proses pemasangannya juga lebih praktis dan bisa dilakukan sendiri jika permukaan serta ukuran keramik mendukung.

Baca juga: 10 Model Keramik Teras yang Tidak Licin & Tips Memilihnya 

7. Harga dan Anggaran

Dari segi biaya, granit biasanya dibanderol lebih mahal daripada keramik. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh kualitas, ukuran, dan kepadatan materialnya.

Meski harganya lebih tinggi, granit bisa menjadi pilihan untuk penggunaan jangka panjang karena lebih tahan lama. Sementara itu, keramik memiliki pilihan harga yang lebih beragam sehingga lebih mudah disesuaikan dengan anggaran.

Oleh karena itu, jangan hanya melihat harga saat memilih material. Pertimbangkan juga fungsi ruangan, seberapa sering digunakan, serta biaya perawatannya.

Cara Menentukan Granit atau Keramik 

Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan agar granit atau keramik yang digunakan sesuai dengan kebutuhan ruangan. Berikut beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan:

  • Tentukan material sesuai dengan fungsi dan kondisi ruangan.

  • Perhatikan aktivitas di dalam ruangan agar material yang dipilih tidak mudah rusak.

  • Sesuaikan ukuran, warna, dan motif dengan konsep ruangan.

  • Gunakan perekat yang sesuai agar material terpasang kuat dan tidak mudah bergeser.

  • Pilih nat yang cocok dengan area pemasangan supaya lebih mudah dibersihkan dan tidak cepat kotor.

Itulah penjelasan tentang apa bedanya granit dan keramik, mulai dari bahan, ketahanan, hingga harganya. 

Baik granit maupun keramik, keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi setiap hunian mungkin membutuhkan pilihan yang berbeda. Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan ruangan dan anggaran yang tersedia.

Setelah mengetahui perbedaannya, Anda bisa melihat langsung berbagai pilihan material sebelum menentukan yang paling cocok. Dengan begitu, Anda dapat membandingkan ukuran, motif, tekstur, dan kualitas produk secara lebih jelas.

KERAMIKA Indonesia bisa menjadi salah satu pilihan tempat yang pas untuk mencari berbagai kebutuhan tersebut. Pameran ini mempertemukan berbagai brand keramik dan material bangunan dari dalam maupun luar negeri dalam satu tempat.

Tidak hanya keramik dan granit, Anda juga bisa menemukan berbagai inspirasi untuk interior dan eksterior, sanitary ware, teknologi konstruksi, serta material bangunan lainnya.

Tak hanya itu, bagi Anda yang merupakan produsen keramik dan ingin memperkenalkan produk kepada calon pelanggan, KERAMIKA Indonesia juga menyediakan kesempatan bagi para brand keramik atau granik untuk menjadi exhibitor, lho.

Ingin tahu lebih banyak tentang KERAMIKA Indonesia, termasuk program acara dan jadwal pameran terdekat? Anda bisa menghubungi kami dan mengikuti Instagram @keramikaid untuk mendapatkan informasi terbaru seputar KERAMIKA Indonesia, ya!

Baca juga: Ciri Keramik Lantai Dapur yang Tidak Licin, Warna, & Tips Memilihnya 

Share artikel ini