Skip to content

Perbedaan Keramik dan Porselen, Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Keramika Indonesia
Diposting a day ago6 menit baca
Perbedaan keramik dan porselen tidak hanya pada bahan, tetapi juga daya tahan, desain, dan penggunaannya. Simak penjelasannya di artikel ini.

Keramik dan porselen sering digunakan untuk lantai, dinding, hingga peralatan makan. Meski terlihat mirip, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari bahan pembuatannya, tingkat kekuatan, hingga cara penggunaannya. 

Keramik sendiri tersedia dalam berbagai pilihan warna, sedangkan porselen juga memiliki beragam desain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan konsep ruangan. 

Dengan memahami perbedaan keramik dan porselen, Anda bisa lebih mudah memilih material yang sesuai dengan kebutuhan. Simak penjelasan lengkapnya berikut. 

Perbedaan Keramik dan Porselen

Meskipun sama-sama banyak digunakan sebagai material bangunan, keramik dan porselen memiliki sejumlah perbedaan. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari bahan dasar, karakteristik, proses pembuatan, hingga daya tahannya. Berikut penjelasan lengkapnya. 

1. Bahan Dasar

Perbedaan keramik dan porselen yang pertama terletak pada bahan dasarnya. Keramik umumnya dibuat dari tanah liat merah atau putih yang dicampur dengan kuarsa dan feldspar, lalu dibakar pada suhu tinggi.

Sementara itu, porselen menggunakan tanah liat khusus bernama kaolin yang lebih murni dan kaya mineral. 

Material ini juga dicampur dengan feldspar dan silika, tetapi diproses pada suhu yang lebih tinggi. Selain itu, porselen memiliki daya serap air yang sangat rendah, yaitu kurang dari 0,5%.

2. Karakteristik

Perbedaan keramik dan porselen juga terlihat dari karakteristiknya. Keramik memiliki lebih banyak pori sehingga lebih mudah menyerap air, tetapi tersedia dalam beragam desain dan tekstur.

Sementara itu, porselen lebih padat, keras, dan hampir tidak memiliki pori. Karena itu, porselen lebih tahan terhadap air, noda, dan goresan sehingga cocok digunakan di area yang sering dipakai.

Baca juga: 12 Cara Pasang Keramik Lantai yang Sudah Diplester, Mudah!

3. Proses Pembuatan

Proses pembuatan keramik dan porselen menggunakan suhu pembakaran yang berbeda. Keramik dibakar pada suhu sekitar 900–1.000°C sehingga menghasilkan material yang kuat, tetapi masih memiliki pori.

Sementara itu, porselen dibakar pada suhu sekitar 1.200–1.400°C. Suhu yang lebih tinggi membuat materialnya menjadi lebih padat, lebih keras, serta lebih tahan terhadap air, noda, dan benturan dibandingkan dengan keramik.

4. Perawatan

Cara merawat keramik dan porselen juga sedikit berbeda. Keramik perlu dibersihkan lebih hati-hati karena lebih mudah menyerap air dan noda. Anda cukup menyapu atau menggunakan vakum, lalu mengepel dengan air hangat dan pembersih yang lembut.

Sementara itu, porselen lebih mudah dirawat karena tidak mudah menyerap air. Cukup bersihkan secara rutin dengan sapu atau vakum, kemudian pel menggunakan air hangat dan hindari pembersih berbahan asam agar permukaannya tetap mengilap.

5. Penggunaan dan Aplikasi

Keramik lebih sering digunakan untuk dinding, dekorasi, serta peralatan makan sehari-hari. Material ini cocok untuk area yang tidak sering terkena beban berat atau air.

Sementara itu, porselen lebih cocok digunakan pada lantai, terutama di area yang sering dilalui banyak orang. Selain itu, porselen juga banyak dipilih untuk peralatan makan karena lebih kuat, tahan noda, dan tidak mudah retak.

6. Daya Tahan

Porselen memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan keramik. Hal ini karena porselen lebih padat, lebih tebal, dan hanya menyerap sedikit air sehingga tidak mudah retak atau rusak.

Sementara itu, keramik lebih mudah menyerap air sehingga lebih rentan mengalami kerusakan. Namun, keramik lebih mudah dipotong dan dipasang dibandingkan porselen.

Baca juga: 10 Warna Keramik Ruang Tamu yang Bagus, Rapi & Estetik

Keramik vs Porselen: Mana yang Tepat untuk Kebutuhan Anda? 

Memilih antara keramik dan porselen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi penggunaannya. Agar lebih mudah menentukan pilihan, perhatikan beberapa hal berikut. 

1. Lokasi Penggunaan

Jika akan digunakan di area yang sering dilewati atau mudah terkena air, seperti kamar mandi, dapur, atau ruang usaha, porselen lebih cocok karena lebih kuat dan tahan lama.

Sebaliknya, keramik bisa menjadi pilihan untuk ruangan yang tidak digunakan secara intensif. Selain harganya lebih terjangkau, keramik juga tersedia dalam banyak pilihan motif dan desain.

2. Preferensi Desain

Bagi Anda yang mengutamakan tampilan, keramik bisa menjadi pilihan yang tepat. Material ini tersedia dalam berbagai warna, motif, dan tekstur sehingga lebih mudah disesuaikan dengan konsep ruangan.

Sementara itu, porselen juga memiliki banyak pilihan desain, tetapi variasinya tidak sebanyak keramik.

3. Anggaran

Jika memiliki anggaran yang terbatas, keramik bisa menjadi pilihan karena harganya umumnya lebih terjangkau. Meski begitu, tampilannya tetap menarik dan fungsinya tetap baik untuk berbagai kebutuhan.

Namun, jika mengutamakan ketahanan dalam jangka panjang, porselen layak dipertimbangkan. Material ini memang cenderung lebih mahal, tetapi lebih awet dan tidak mudah rusak.

Bagi pemilik bisnis di industri keramik dan material bangunan, memahami perbedaan keduanya dapat membantu dalam menentukan strategi produk yang tepat sesuai kebutuhan pasar. Dengan begitu, Anda dapat menawarkan solusi yang lebih relevan, baik untuk segmen hunian, komersial, maupun proyek konstruksi berskala besar.

Seiring meningkatnya kebutuhan akan material bangunan berkualitas, peluang untuk memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak pelanggan pun semakin terbuka lebar.

Jika Anda merupakan pemilik bisnis atau produsen di industri keramik dan material bangunan, inilah saat yang tepat untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas melalui pameran KERAMIKA Indonesia

Sebagai pameran keramik terdepan di ASEAN, KERAMIKA Indonesia menghadirkan berbagai produk dan inovasi, mulai dari keramik, sanitary ware, batu alam, marmer, bahan bangunan, hingga solusi untuk desain interior dan konstruksi.

Tak hanya menjadi ajang pamer produk, KERAMIKA Indonesia juga mempertemukan exhibitor dengan ribuan buyer, distributor, kontraktor, developer, arsitek, desainer interior, serta pelaku industri dari berbagai negara. 

Melalui pameran ini, Anda dapat memperluas jaringan, membangun kerja sama baru, sekaligus meningkatkan eksposur brand keramik Anda kepada target pasar yang tepat.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera daftarkan brand keramik Anda sebagai exhibitor di KERAMIKA Indonesia dan jadilah bagian dari pameran yang mempertemukan inovasi, peluang bisnis, dan pelaku industri!

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal pameran terdekat, hubungi tim KERAMIKA Indonesia atau ikuti akun Instagram @keramikaid agar tidak ketinggalan informasi terbaru, ya!

Baca juga: 12 Jenis Keramik untuk Rumah Minimalis, Modern & Klasik

Share artikel ini