Skip to content

Apa Itu Keramik KW 1? Ini Harga & Cara Memastikan Kualitasnya

Keramika Indonesia
Diposting a day ago6 menit baca
Keramik KW 1 adalah modal penting untuk mendapatkan tampilan yang rapi dan estetis. Simak karakteristik, harga, dan cara memastikan kualitasnya di artikel ini!

Faktanya, kerapian susunan keramik tidak hanya ditentukan oleh teknik pemasangan, tetapi juga kualitas keramik yang digunakan. Jika berbicara mengenai kualitas keramik, keramik KW 1 adalah istilah yang akan sering Anda temui.

Ya, KW 1 merupakan indikator penting yang harus Anda pahami dalam proses pemilihan keramik untuk bangunan. Artikel ini akan memaparkan definisi, karakteristik, estimasi harga, hingga cara memastikan kualitasnya agar sesuai dengan kebutuhan. Yuk, simak penjelasannya hingga tuntas!

Apa Itu Keramik KW 1?

Sebelumnya, mari ketahui istilah KW terlebih dahulu. Istilah KW pada keramik menunjukkan tingkatan kualitas produk berdasarkan hasil QC (Quality Control). 

Produsen biasanya menggunakan istilah ini untuk mengidentifikasi apakah sebuah produk keramik lolos inspeksi atau tidak. Jadi, istilah KW bukan berarti produk terindikasi palsu seperti yang dipikirkan beberapa orang.

Nah, keramik KW 1 adalah kode yang digunakan untuk menandai keramik dengan kualitas terbaik dan lolos QC. Umumnya,  kode ini tertera pada kardus kemasan dan memiliki makna yang serupa dengan istilah First Grade, Grade 1, Grade A, atau Export Quality. 

Jika dilihat secara cermat, keramik KW 1 memiliki ukuran presisi, warna yang seragam pada tiap kepingnya, motifnya sangat rapi, dan permukaannya tidak cacat. Dengan kualitas tersebut, keramik KW 1 banyak dipilih untuk area utama yang mengutamakan estetika, seperti ruang tamu dan lobi hotel atau kantor.

Baca juga: Apa Itu SNI Keramik? Ini Fungsi dan Ketentuan Lengkapnya

Estimasi Harga Keramik KW 1

Estimasi harga keramik KW 1 adalah sekitar Rp36.500–Rp82.000 per m2. Namun, perlu dipahami bahwa harga keramik bisa berbeda-beda, tergantung beberapa hal berikut:

  • Motif dan teknologi printing: Semakin rumit motifnya, biasanya semakin mahal harganya karena membutuhkan teknologi printing, proses produksi, dan pengembangan desain yang lebih tinggi.

  • Ukuran: Ukuran yang lebih besar umumnya memiliki harga per keping yang lebih mahal. Sebab, ukuran besar membutuhkan proses produksi dan penanganan tertentu sehingga wajar jika harganya lebih tinggi.

  • Jenis permukaan atau finishing: Semakin kompleks finishing-nya, umumnya semakin tinggi harganya. Misalnya, keramik KW 1 yang sama-sama berukuran 25 x 40 bisa memiliki harga yang berbeda ketika salah satunya menggunakan finishing matte dan lainnya menggunakan finishing bertekstur dengan efek batu alam.

Cara Membaca Kode Keramik

KW 1 sebenarnya hanya salah satu dari beberapa kode yang tercantum di kemasan keramik. Jika diamati, kemasan keramik biasanya mencantumkan kode lain yang menunjukkan ukuran, warna, dan jenis keramik. Jika Anda belum paham cara membacanya, simak panduan di bawah ini:

1. Kenali Jenis Keramik dari Huruf Pertama

Pada umumnya, rangkaian kode diawali dengan satu huruf yang menunjukkan jenis keramik. Sebagai contoh, huruf A untuk keramik dinding dan huruf F untuk keramik lantai.

2. Ketahui Ukuran dari Kode Dua Angka

Selanjutnya, ketahui ukuran keramik dari kode dua angka yang tercantum setelah kode jenis. Dua angka tersebut merepresentasikan panjang dan lebar keramik dalam satuan sentimeter. Misalnya, jika tertulis angka 5050, artinya keramik tersebut memiliki panjang 50 cm dan lebar 50 cm.

3. Baca Kode Kualitas Keramik

Nah, KW 1 adalah salah satu contoh kode kualitas. Anda mungkin juga akan menemukan kode KW 2, KW 3, dan sebagainya. Perlu diketahui, tiap produsen bisa menggunakan format kode yang berbeda-beda, misalnya dengan huruf seperti Grade A atau angka saja seperti Grade 1.

4. Identifikasi Warna dan Pola Keramik

Warna keramik biasanya ditunjukkan dengan kode angka atau huruf. Contoh format angka adalah 01 untuk warna putih dan 02 untuk warna hitam. Sementara itu, contoh format huruf adalah GR untuk abu-abu dan BE untuk beige.

Namun, kode di atas bukan kode mutlak di industri keramik. Tiap produsen bisa saja memiliki format atau sistem kode sendiri.

Di sisi lain, pola keramik biasanya ditunjukkan dengan huruf. Misalnya, B untuk keramik polos dan V untuk keramik variasi.

5. Baca Kode Lot

Kode lot adalah kode yang biasanya terdiri dari kombinasi angka dan huruf serta berfungsi untuk menandai batch produksi tertentu. Format dan informasi yang tertera di dalam kode lot bisa berbeda pada tiap produsen. 

Namun, secara umum, informasi pada kode ini akan mempermudah produsen untuk menelusuri kelompok dan waktu produksi, terutama jika di waktu mendatang terjadi masalah pada keramik yang telah terjual.

Selain bermanfaat bagi produsen, kode lot juga bisa menjadi acuan bagi pembeli keramik. Kode lot yang sama menunjukkan bahwa keramik memiliki warna dan tone yang sama sehingga mendukung hasil pemasangan yang seragam. Anda dapat melihat kode lot produk pada bagian Batch No., Lot No., atau Batch Number.

Baca juga: Keramik 40x40 1 Dus Isi Berapa? Ini Jumlah & Tips Memasangnya!

Cara Memastikan Kualitas Keramik KW 1 Sebelum Membeli

Meskipun keramik yang diincar sudah masuk kategori KW 1, mungkin Anda tetap ingin memastikan kualitasnya dengan memeriksa kondisi fisik produk secara langsung. Berikut ini beberapa cara untuk memeriksa kualitas keramik sebelum membelinya:

1. Cek Bobot Keramik

Salah satu indikator kualitas keramik bisa dilihat dari bobotnya. Untuk memeriksanya, Anda dapat mengangkat keramik, lalu mengayunkannya perlahan. Jika terasa cukup berat, artinya keramik KW 1 memiliki material yang padat dan kualitasnya benar-benar bagus.

2. Lakukan Uji Gores

Uji gores dapat dilakukan sendiri setelah memperoleh izin dari penjual atau dengan meminta bantuan pihak toko. 

Jika diizinkan untuk mengujinya sendiri, Anda bisa menggores sampel keramik menggunakan kunci atau koin logam. Idealnya, keramik KW 1 tidak mudah menunjukkan bekas goresan akibat kontak ringan dengan benda tertentu.

3. Usap Bagian Permukaan

Dengan mengusap permukaan keramik, Anda bisa memastikan bahwa tidak ada jejak apapun yang tertinggal di sana. Keramik KW 1 seharusnya tidak menunjukkan jejak sidik jari setelah diusap sehingga tampilannya tetap terjaga.

4. Periksa Bagian Sisi dan Sikunya

Saat memeriksa kualitas keramik, jangan hanya memperhatikan permukaan bagian depan, tetapi juga bagian sisi dan sudutnya.

Bandingkan beberapa keping keramik dan pastikan tidak ada sisi yang tampak melengkung, bergelombang, atau tampilannya tidak teratur. Kemudian, pastikan juga tiap sikunya membentuk sudut yang tajam. Pemeriksaan ini penting untuk membuat proses pemasangan lebih mudah dan tampilannya lebih rapi.

Pada akhirnya, keramik KW 1 adalah pilihan tepat jika Anda mengutamakan kualitas dan estetika tinggi. Meskipun begitu, ada baiknya jangan mengandalkan keterangan di kemasan saja, tetapi juga memeriksa kondisi fisik dan kode kemasan secara lengkap agar keramik yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan.

Nah, jika Anda ingin mencari tahu lebih banyak tentang keramik KW 1 dari berbagai brand ternama, KERAMIKA Indonesia adalah tempat yang patut dikunjungi.

KERAMIKA Indonesia adalah pameran keramik terdepan di ASEAN yang mempertemukan berbagai brand keramik ternama, baik nasional maupun internasional. Menariknya, pameran ini tidak hanya menghadirkan produk keramik berkualitas, tetapi juga material bangunan, sanitary ware, dan beragam solusi home living.

KERAMIKA Indonesia juga membuka kesempatan bagi produsen keramik yang mendaftar sebagai exhibitor untuk mengenalkan brand dan memamerkan koleksi terbaiknya, lho.

Ingin mengetahui informasi lengkap mengenai jadwal pameran, program acara, serta daftar brand keramik di KERAMIKA Indonesia? Hubungi tim kami dan pantau terus informasi terkini melalui Instagram @keramikaid, ya.

Baca juga: 7 Motif Keramik Lantai Terbaru di 2026, Estetik & Mewah!


Share artikel ini