Tahukah Anda, material finishing yang berkualitas tidak menjamin hasil lantai otomatis presisi dan tahan lama, lho. Jika permukaan lantai tidak rata, pemasangan material finishing seperti keramik bisa jadi tidak sesuai harapan. Untuk itu, kondisi permukaan perlu dioptimalkan dengan screed lantai.
Screed lantai adalah elemen krusial yang dapat memengaruhi berbagai aspek, mulai dari keamanan, kenyamanan, hingga estetika. Jika Anda berencana membangun atau merenovasi bangunan, pahami dulu konsep screed lantai melalui penjelasan berikut!
Apa Itu Screed Lantai?
Screed lantai adalah campuran pasir dan semen atau material mortar tertentu yang diaplikasikan di atas permukaan beton sebelum pemasangan material finishing, seperti keramik lantai, vinyl, granit, atau epoxy. Proses pengaplikasiannya biasa disebut screeding.
Ketebalan screed lantai bisa bervariasi, tergantung pada kondisi permukaan, material finishing yang digunakan, kebutuhan proyek, dan area aplikasi. Namun, secara umum, ketebalannya berkisar antara 50–100 mm.
Kondisi-Kondisi yang Membutuhkan Screeding Lantai
Screeding lantai adalah sebuah proses yang umumnya dilakukan saat kondisi-kondisi berikut:
Permukaan beton tidak rata: Jika permukaan tidak rata, kasar, atau bergelombang, hasil finishing tidak akan optimal atau tidak presisi. Untuk mencegah hal tersebut, lantai harus di-screed terlebih dahulu agar permukaannya rata. Dengan demikian, material finishing dapat terpasang dengan lebih baik.
Ketinggian lantai perlu dibuat konsisten: Pada beberapa proyek, screeding dibutuhkan untuk menyesuaikan elevasi lantai sehingga kedua area tetap berada pada level yang sama. Misalnya, ketinggian dasar lantai ruang tamu dan ruang keluarga perlu dipastikan berada pada satu level, meskipun menggunakan material finishing yang berbeda.
Lantai digunakan untuk lalu lintas tinggi: Pada area komersial, pabrik, atau kantor, lantai dapat menerima beban dan lalu lintas tinggi. Pada kondisi ini, screeding membantu meningkatkan kekuatan dan durabilitas lantai sehingga lebih terlindungi dari keausan dalam jangka panjang.
Perlu meredam panas dan suara: Beberapa jenis screed lantai memiliki kemampuan insulasi termal dan akustik yang baik. Artinya, screed membantu menstabilkan suhu ruangan, mencegah kondisi lembap, dan meredam suara bising. Hal ini menjadikan aplikasinya cocok untuk hunian di lingkungan ramai, misalnya di tepi jalan raya.
Ingin menambah nilai estetika: Jenis screed lantai tertentu dapat menambah nilai estetika karena menghasilkan permukaan yang licin dan mengilap.
Baca juga: 12 Cara Pasang Keramik Lantai yang Sudah Diplester, Mudah!
Jenis-Jenis Screed Lantai
Dalam praktiknya, beberapa jenis screed lantai adalah sebagai berikut:
1. Screed Polimer
Screed polimer merupakan jenis screed lantai yang menggunakan resin polimer sebagai bahan pengikat utama. Screed ini dikenal fleksibel dan tahan terhadap suhu lembap, keretakan, bahan kimia, serta abrasi.
Dengan karakteristik tersebut, screed polimer cocok diaplikasikan pada lantai berkinerja tinggi, seperti di pabrik. Tak hanya itu, banyak pula proyek renovasi yang memilih screed polimer untuk mendapatkan ketebalan minimum.
2. Screed Anhidrit
Jenis yang kedua adalah screed anhidrit yang menggunakan kalsium sulfat atau anhidrit sebagai bahan pengikatnya. Karakteristik screed anhidrit antara lain stabilitas yang baik, mudah diaplikasikan, dan mampu meratakan lantai secara optimal.
Umumnya, screed anhidrit dapat ditemukan di bangunan komersial dan domestik, seperti bandara, hotel, dan mal. Namun, perlu dipahami bahwa screed ini tidak cocok untuk area lembap karena tidak tahan air.
3. Screed Epoxy
Seperti namanya, screed epoxy menggunakan resin epoxy sebagai bahan pengikat utama. Maka, tak heran jika permukaan lantai yang menggunakan screed ini terlihat halus dan mengilap, tahan goresan, serta mudah dibersihkan.
Selain unggul dari segi tampilan dan perawatan, screed epoxy juga memiliki ketahanan kimia yang sangat baik sehingga kerap diaplikasikan pada lantai laboratorium dan pabrik kimia.
4. Screed Konvensional
Jika tiga jenis sebelumnya dibedakan berdasarkan bahan pengikat, jenis keempat dan kelima dibedakan berdasarkan bentuk atau persiapan material.
Screed konvensional dibuat dari semen, pasir, dan air dengan perbandingan tertentu yang dicampur di lokasi proyek. Aplikasinya tergolong paling umum dalam proyek konstruksi karena materialnya mudah ditemukan.
Hasil akhir screed konvensional bisa bervariasi, tergantung pada kualitas campuran, keterampilan pekerja, ketebalan aplikasi, dan perawatan setelahnya.
5. Screed Instan Siap Pakai
Jenis terakhir adalah screed instan siap pakai, dengan material mortar yang telah diformulasikan secara khusus. Jadi, Anda hanya perlu menambahkan air sesuai petunjuk sebelum mengaplikasikannya pada lantai.
Apabila Anda ingin menghemat waktu pengerjaan dan mengharapkan hasil yang lebih seragam, screed instan adalah pilihan yang tepat. Pasalnya, pengaplikasian screed ini terbilang praktis, kualitas campurannya lebih konsisten, dan risiko kesalahan takaran cenderung lebih kecil.
Baca juga: Ciri-Ciri Nat Keramik yang Bagus & Tips Memilihnya
Tips Mengaplikasikan Screed Lantai Agar Hasilnya Optimal
Sebelum mulai mengaplikasikan screed lantai, perhatikan dulu sejumlah tips penting di bawah ini:
Pastikan permukaan sudah bersih: Sebelum mengaplikasikan screed, bersihkan lantai dari kotoran, debu, minyak, dan retakan. Hal ini sangat penting karena permukaan yang kotor atau tidak rata dapat menyebabkan screed mudah terlepas.
Buatlah campuran dengan konsistensi yang tepat: Tujuannya adalah mempermudah aplikasi dan mendapatkan hasil akhir yang halus. Jika ingin lebih praktis, Anda bisa menggunakan screed instan siap pakai dan mengikuti petunjuk teknis di kemasan.
Tentukan ketebalan yang sesuai: Ketebalan screed perlu disesuaikan dengan kondisi permukaan dasar, kebutuhan proyek, beban yang akan diterima, dan material finishing. Jika terlalu tipis, screed tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal, sedangkan jika terlalu tebal, waktu pengeringannya lebih lama dan risiko retaknya lebih besar.
Ratakan lapisan screed: Setelah diaplikasikan, ratakan lapisan screed menggunakan bull float atau papan panjang dengan pegangan yang digerakkan seperti sedang menggergaji. Selain itu, periksa kerataan permukaannya beberapa kali menggunakan alat pengukur, misalnya waterpass.
Keringkan screed hingga maksimal: Waktu minimal yang dibutuhkan screed untuk mengering adalah 7 hari. Untuk lantai beton, biasanya perlu 28 hari. Agar pengeringan lebih efektif, tutup area screed dengan lembaran plastik cor dan segel tepinya agar screed tidak kehilangan kelembapan.
Pada akhirnya, dapat dipahami bahwa screed lantai adalah bagian dari perencanaan sistem lantai sebuah bangunan. Jika diaplikasikan secara tepat, keamanan pengguna lantai lebih terjaga dan biaya perbaikan dapat ditekan.
Setelah memahami gambaran prosesnya, kini saatnya mencari produk keramik yang sesuai untuk proyek Anda dengan datang langsung ke KERAMIKA Indonesia, sebuah pameran keramik terbesar di ASEAN.
Di KERAMIKA Indonesia, Anda dapat melihat langsung koleksi unggulan dari brand keramik nasional maupun internasional. Bahkan, Anda juga bisa mencari inspirasi desain interior dan eksterior modern, material bangunan, sanitary ware, serta kebutuhan lainnya untuk mempercantik hunian.
KERAMIKA Indonesia juga terbuka untuk para produsen keramik yang ingin memamerkan produk-produk terbaiknya, lho. Dengan mendaftar sebagai exhibitor, produsen keramik dapat memperluas eksposur brand dan berpeluang mendapatkan pelanggan atau bahkan mitra bisnis potensial.
Jika Anda ingin mengetahui jadwal pameran, program acara, dan daftar brand yang bisa ditemui di KERAMIKA Indonesia, yuk hubungi tim kami dan pantau update-nya di Instagram @keramikaid!
Baca juga: 7 Tips Memilih Keramik Lantai Dapur saat Renovasi, agar Tak Licin dan Awet!




















